09 Apr Jelajahi Berbagai Hidden Gem di Okayama: Perjalanan Budaya dan Kuliner Ramah Muslim Selama 3 Hari bersama Navito

Bosan setiap ke Jepang hanya ke Tokyo, Osaka, Kyoto, atau Nara? Padahal, hanya sekitar dua jam dari Osaka, ada satu destinasi yang masih jarang diketahui, namun menyimpan banyak kejutan: Okayama. Daerah ini menawarkan pengalaman Jepang yang lebih tenang, autentik, dan kini semakin ramah bagi wisatawan Muslim.
Bersama dengan Navito (@navito_halal), seorang KOL dengan 1.4jt instagram followers, perjalanan selama tiga hari di bulan Desember 2025 menjadi bukti bahwa Okayama memiliki pesona yang tak kalah menarik dibanding kota-kota besar di Jepang. Berbasis di Kobe, Navito dikenal aktif membagikan konten seputar makanan halal, restoran ramah Muslim, serta berbagai fasilitas Muslim di Jepang.

Perjalanan Navito dimulai dengan kereta dari Tokyo menuju Okayama dan setibanya di sana, Navito langsung merasakan perbedaan suasana dari kota besar di Jepang, tidak terlalu padat, namun tetap hidup. Pada hari pertamanya di Okayama, Navito langsung menuju The Magritte untuk makan siang dengan set menu ramah muslim yang mencakup stik ayam. Pengalaman ini menjadi awal yang nyaman, sekaligus menunjukkan bagaimana Okayama mulai mengakomodasi kebutuhan wisatawan Muslim tanpa mengurangi kualitas kulinernya.
Dari pusat kota, perjalanan berlanjut menuju Kibichuo, sebuah kawasan pedesaan yang menawarkan ketenangan khas Jepang. Di sinilah Navito menginap di farmstay Micchan, sebuah penginapan sederhana namun hangat yang memungkinkan pengunjung merasakan langsung kehidupan lokal. Di farmstay ini Navito tidak hanya sekadar menginap, tapi benar-benar merasakan kehidupan lokal.
Selama bermalam di farmstay Micchan, dirinya diajak ikut serta dalam aktivitas tradisional seperti membuat hidangan basic khas Jepang seperti sushi dan odeng/makizushi dalam versi ramah Muslim, hingga membuat mochi dengan cara ditumbuk secara langsung.


Sebuah pengalaman yang tidak hanya seru, tapi juga penuh makna budaya Navito dapatkan selama menginap di farmstay Micchan. Tidak hanya belajar hidangan khas Jepang, tetapi di farmstay Micchan, Navito juga diperkenalkan dengan alat musik koto sejenis harpa khas Jepang yang pastinya mengisi sisa hari pertamanya di Okayama dengan sentuhan elegan khas yang sulit dilupakan.
Pada hari kedua di Okayama, Navito melanjutkan perjalanannya untuk kembali ke pusat kota Okayama. Kunjungan pertamanya di hari kedua ini bertujuan ke Museum Manekineko yang menampilkan berbagai patung “kucing keberuntungan” dalam beragam bentuk dan bahan. Uniknya, museum ini juga menyediakan workshop di mana pengunjung dapat melukis dan menghias patung mereka sendiri, seperti yang dilakukan Navito.


Setelahnya, Navito mengunjungi Hitorinabe Megu, restoran hot-pot khusus untuk Shabu-shabu dan Sukiyaki halal. Di sini, pengunjung dapat menemukan daging sapi Australia bersertifikat halal yang diiris dengan alat masak khusus dan memiliki tempat penyimpanan yang terpisah. Selain itu, restoran ini menggunakan bumbu masak, kulkas dan lemari es yang berbeda untuk bahan makanan halal.
Setelah makan siang dengan daging sapi Australia bersertifikat halal, Navito melanjutkan harinya untuk bersinggah sebentar ke toko teh di Okayama, Saboe Okayama. Menyediakan 10 varian teh yang dikurasi dengan teliti dan berhati-hati, bukan hanya sekedar kedai minum teh, tetapi teh khas Saboe ini bisa juga dibeli untuk dinikmati kembali di mana saja.
Tidak jauh dari sana, Navito berkunjung ke Taman Korakuen yang merupakan salah satu dari tiga taman terbaik di Jepang. Di taman ini, pengunjung dapat melihat keindahan taman tradisional Jepang yang juga menjadi salah satu kebanggaan Okayama sendiri. Masih di area yang sama, pengunjung juga dapat menikmati hidangan teh khas Jepang sambil menikmati keindahan taman dari kedai teh Sazanami Chaya.

Setelah relaksasi sejenak di kedai teh, Navito melanjutkan kunjungannya ke Kastil Okayama yang juga dikenal sebagai “Kastil Gagak” karena warnanya yang hitam dan berdiri gagah di area Taman Korakuen. Di sini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi bersejarah, mencoba mengenakan kimono, hingga mengikuti workshop tembikar Bizen. Tidak ketinggalan, pengalaman naik perahu berbentuk buah persik menjadi cara unik untuk menikmati pemandangan sekitar kastil.

Setelah seharian yang cukup melelahkan di Taman Korakuen, Navito melanjutkan harinya untuk mencari hidangan manis ramah Muslim ke Frurela. Sebagai pecinta hidangan manis, Navito sangat menyarankan tempat ini sebagai tempat yang menyediakan fruit parfait yang segar namun manisnya tetap pas kepada seluruh followers instagramnya.

Setelah merasa kembali segar usai menikmati hidangan penutup, Navito melanjutkan perjalanannya dengan mengunjungi Momotaro Jeans, sebuah merek denim terkenal yang berasal dari Kojima, Prefektur Okayama.
Untuk menutup hari, Navito pergi makan malam di Alibaba. Alibaba merupakan salah satu restoran halal di Okayama yang menyajikan hidangan khas Turki seperti pizza ala Turki dan kebab yang disiapkan langsung oleh pemiliknya. Semua daging yang digunakan di Alibaba telah bersertifikat halal, sehingga aman bagi pelanggan Muslim. Selain itu, seluruh hidangannya bebas alkohol, menjadikannya restoran yang ramah Muslim. Pada hari ini, ia menginap di Hotel Granvia Okayama. Hotel ini ramah Muslim dan dilengkapi dengan fasilitas untuk wisatawan Muslim, seperti ruang salat dengan arah kiblat.

- Hari terakhir Navito di Okayama dimulai pagi hari di jam 9 untuk mengunjungi Gunung Ojigatake. Terletak di Pulau Seto, di Ojigatake, para pengunjung dapat melihat pemandangan Laut Pedalaman Seto yang menakjubkan. Selain mendaki gunung ikonik dengan panorama yang indah, pengunjung juga bisa beristirahat di kedai kopi yang tersedia. Terdapat pula berbagai aktivitas seru yang bisa dicoba, seperti paralayang dengan latar pemandangan Laut Seto dari ketinggian. Tempat ini cocok untuk para pecinta hiking maupun bagi yang hanya ingin bersantai sejenak sambil menikmati keindahan Pulau Seto.
Pada siang hari, Navito kembali ke Okayama dari Ojigatake melalui Stasiun Kojima ke Stasiun Okayama dan langsung menuju Milenga untuk hidangan makan siang. Milenga adalah satu-satunya restoran yang memiliki sertifikat halal dari Asosiasi Bisnis Halal Jepang. Resto ini menyediakan makanan bergaya India otentik yang dibuat dengan menggunakan sayuran dan daging segar, serta rempah-rempah autentik yang dapat membuat setiap gigitan seakan-akan membuat Anda sedang berkunjung langsung ke India.
Sebagai hidangan penutup, Navito juga berkunjung ke Marugodeli untuk menikmati smoothie buah yang segar, dibuat dengan bahan-bahan alami, dan disajikan di ruang yang nyaman dengan kapasitas hanya empat tempat duduk, pemberhentian yang cocok untuk menikmati hidangan sehat yang praktis sekaligus menenangkan.
Setelahnya Navito kembali menaiki kereta untuk ke area Kibitsu. Sesampainya di sana, Navito mengunjungi Kuil Kibitsu yang terkenal dengan koridor sepanjang 360 meter dan dikelilingi oleh pemandangan taman di kuil yang tak bisa didapatkan di kuil lainnya. Tidak hanya koridor kuil, Kuil Kibitsu juga dikenal sebagai tempat dengan legenda “Momotaro si Bocah Buah Persik” dan arsitektur kuil yang berbeda dan unik. Perjalanan Navito ke Kibitsu cukup singkat, tetapi budaya yang didapatkan dari perjalanan ini dapat dikenang selamanya.
Sebagai destinasi penutup di Okayama, Navito menyantap hidangan malam di Okayama Halal Center. Tempat ini adalah salah satu restoran Indonesia pertama di Okayama yang terdiri dari 4 lantai, dimana para pengunjung Muslim tidak hanya dapat menemukan restoran dengan logo halal tetapi juga toko yang menyediakan segala keperluan halal, serta mushola dan tempat komunal bagi para pengunjung.
Dari perjalanan bersama Navito kali ini, terlihat jelas bahwa Okayama bukan sekadar destinasi alternatif, tetapi sebuah tempat dimana wisatawan dapat menemukan sisi Jepang yang lebih hangat, lebih dekat, dan lebih bermakna. Sebuah perjalanan yang tidak hanya untuk dilihat, tetapi juga untuk dirasakan.
Melalui Okayama Muslim Tourism (OMT), wisatawan dapat mengakses informasi mengenai berbagai destinasi wisata, restoran ramah Muslim dan bersertifikat halal, serta akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim. OMT juga membantu dalam pengaturan perjalanan seperti program pertukaran pelajar, konvensi, dan lainnya.
Kota Okayama / Kota Kibichuo / Kota Maniwa
▼ Baca lebih banyak artikel tentang destinasi dan itinerary: