12 Nov Destinasi Honeymoon Ramah Muslim di Jepang: Itinerary 2 Hari di Okayama bersama Marco Ivanos dan Debi Sagita
Okayama merupakan salah satu hidden gem di wilayah Chugoku, Jepang. Kota ini pun menjadi pilihan sempurna untuk perjalanan honeymoon ramah Muslim. Tidak hanya itu saja, terkenal sebagai “The Land of Sunshine” dan rumah dari Momotaro, Okayama menyuguhkan sejarah yang kaya, taman-taman yang indah, dan suasana damai yang jauh dari hiruk-pikuk kota besar.
Yuk, jelajahi Okayama bersama dalam perjalanan honeymoon ramah Muslim selama 2 hari dengan Marco Ivanos (@marcoivanos12) dan Debi Sagita (@debisagita).

Sesaat setelah tiba dan check-in di hotel, Marco dan Debi memulai perjalanan mereka di Okayama dengan mencicipi semangkuk ramen ramah muslim di Mensake Isshoan. Restoran yang masuk ke dalam Micheline Guide ini terkenal akan kuah kaldu ayamnya yang kaya rasa dan menjadi favorit warga lokal. Mensake Isshoan juga menyediakan menu spesial dan minuman ringan yang telah disesuaikan khusus untuk para pelanggan Muslim sehingga pengunjung dapat menikmati ramen autentik di Okayama dengan tenang dan nyaman.

(source from: @marcoivanos12)
Di hari pertama, Marco dan Debi memulai perjalanan honeymoon mereka dengan kunjungan ke dua destinasi ikonik di Okayama, Kastil Okayama dan Taman Korakuen.
Kastil Okayama dikenal sebagai Crow Castle, karena warnanya yang hitam. Di sini, Marco dan Debi merasakan pengalaman budaya Jepang yang autentik seperti mengenakan kimono tradisional dan tampil bak raja dan ratu di era feodal.

Setelah menjelajahi interior Kastil Okayama dan merasakan pengalaman mengenakan kimono tradisional, Marco dan Debi melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan santai di sekitar Taman Korakuen. Taman ini merupakan salah satu dari tiga taman tradisional terindah di Jepang dan telah meraih penghargaan bintang 3 di Michelin Green Guide Japan. Taman Korakuen menjadi salah satu destinasi wajib saat berkunjung ke Okayama, terutama bagi pasangan yang mencari pengalaman honeymoon ramah Muslim yang berkesan.
Selain sekedar berjalan-jalan disekitar taman, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman matcha ceremonial sambil melihat panorama taman dari kedai teh tradisional. Selain teh, kedai ini juga menyediakan mochi yang manis – sempurna untuk merasakan kenangan bulan madu yang tak terlupakan.
Untuk makan siang pada hari pertama, Marco dan Debi menikmati sukiyaki hangat di Hitori Nabe Megu. Restoran hotpot yang menawarkan pengalaman unik di mana setiap pengunjung dapat memasak sukiyaki mereka sendiri dengan kuah sup dan sayuran pilihan masing-masing sehingga sukiyaki dapat dinikmati sesuai selera dan ritme tiap pengunjung.

Hitori Nabe Megu menjadi rekomendasi terbaik untuk wisatawan Muslim yang mencari makanan ramah Muslim hangat yang lezat di Okayama. Di sini, pelanggan dapat menikmati daging sapi bersertifikat Halal dari Australia yang diiris tipis, disimpan secara terpisah dalam kulkas dan freezer khusus untuk pelanggan Muslim. Dengan standar kebersihan dan kehalalan yang ketat, Megu menjamin pengalaman kuliner yang aman dan nyaman bagi setiap pengunjung.

Setelah menikmati makan siang sukiyaki yang hangat di Hitori Nabe Megu, Marco dan Debi mengunjungi Kuil Kibitsu Jinja, salah satu destinasi spiritual paling ikonik di Okayama. Kuil ini terkenal dengan koridornya yang megah sepanjang 360 meter dan dikelilingi oleh pemandangan taman di kuil yang terasa magis.

Selain mengunjungi kuil, di hari kedua ini, Marco dan Debi juga melanjutkan perjalanan mereka ke Museum Seni Maneki Neko. Museum unik ini menampilkan koleksi lebih dari 700 patung Maneki Neko–patung kucing pembawa keberuntungan khas Jepang yang dibuat dari berbagai macam bahan mulai dari kertas, kayundan bahkan batu. Destinasi ini wajib dikunjungi bagi wisatawan yang tertarik dengan seni dan budaya Jepang.

Di Museum Maneki Neko Okayama, pengunjung dapat melukis patung kucing keberuntungan mereka sendiri sebagai suvenir khas Jepang untuk dibawa pulang. Aktivitas seru di Okayama ini bisa menjadi pengalaman seru dan romantis yang cocok dinikmati bersama pasangan saat berwisata di Okayama, sama seperti yang dilakukan Marco dan Debi selama trip honeymoon mereka.
Hari kedua pun belum berakhir, karena selanjutnya Marco dan Debi mengunjungi Taman Buah Kubo untuk menikmati aktivitas grape picking atau memetik anggur langsung dari kebunnya. Okayama dikenal sebagai “Kerajaan Buah” di Jepang karena memiliki iklim yang sejuk dan ideal sehingga dapat menghasilkan berbagai buah-buahan yang manis dan harum, termasuk anggur muscat yang sedang musim saat kunjungan mereka.

Di Taman Buah Kubo, pengunjung tidak hanya dapat memetik anggur sepuasnya (unlimited grape picking) tetapi juga dapat menikmati all-you-can-eat anggur. Selain itu, tersedia juga berbagai hidangan penutup dan makanan berbahan buah musiman di kafe dan restoran sekitar taman, menjadikan tempat ini salah satu destinasi wisata buah paling populer di Jepang.
Setelah seharian penuh menjelajahi berbagai destinasi wisata di Okayama, Marco dan Debi berpindah ke Kota Kibichuo dan mengakhiri hari mereka dengan menginap di Farmhouse Michan—sebuah penginapan tradisional di mana dapat merasakan kehidupan seperti penduduk lokal. Selama menginap, mereka mengikuti berbagai kegiatan menarik, termasuk belajar membuat sushi langsung bersama Michan, tuan rumah yang ramah. Selain sushi, makan malam istimewa pun juga disajikan lengkap dengan menu spesial untuk merayakan momen honeymoon ramah Muslim mereka di Okayama.


Hari kedua sekaligus hari terakhir di Okayama, Marco dan Debi memulai hari dengan pengalaman seru di Farmhouse Michan, mereka belajar membuat mochi tradisional dari awal—mulai dari menumbuk adonan mochi, membulatkan mochinya, hingga mengisi mochi dengan pasta kacang merah khas Jepang.


Untuk hidangan sarapan di hari kedua ini, Michan menyajikan hidangan khas Jepang untuk dinikmati layaknya warga lokal. Melalui pengalaman Marco dan Debi, tinggal di farmhouse Michan akan menjadi momen healing sempurna dari hiruk pikuk di kota. Yang lebih menarik, Michan selalu memastikan setiap hidangan untuk para pengunjungnya adalah ramah Muslim dan menggunakan sayuran segar yang dipetik langsung dari taman kecil di depan rumahnya.

Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Michan, Marco dan Debi melanjutkan perjalanan hari terakhir mereka di Okayama dengan mengunjungi Hiruzen Kogen Plateau—destinasi wisata alam yang terkenal dengan hamparan tanah hijau yang luas, bunga-bunga musiman yang cantik dan pemandangan menakjubkan yang memanjakan mata—sempurna untuk jalan-jalan romantis dan berfoto.

Perjalanan selanjutnya setelah berjalan-jalan dan berfoto di Hiruzen Farm, Marco dan Debi mengunjungi Hiruzen Kogen Center untuk makan siang. Marco dan Debi mengunjungi restoran Genghis Khan di Hiruzen Kogen Center yang telah menerima sertifikasi Peach Mark 2. Restoran ini menggunakan daging domba bersertifikat halal sehingga Anda dapat menikmati hidangan tanpa khawatir.

BBQ daging domba Genghis Khan di Hiruzen Kogen Center menjadi pilihan sempurna bagi wisatawan Muslim yang sedang mencari pilihan makanan ramah Muslim yang unik di Okayama. Selain menikmati daging domba yang lezat, pengunjung juga dapat menemukan pusat perbelanjaan terbesar di Hiruzen untuk berbelanja.
Terletak tepat di seberang restoran Genghis Khan, Marco dan Debi mengunjungi GREENable Hiruzen–sebuah sebuah bangunan penting di Hiruzen yang dirancang oleh arsitek terkenal, Kengo Kuma. Bangunan utamanya, yang dirancang dengan tema “sustainability,” sangat unik dan pastinya Instagramable.

Tak jauh dari Kuil Kibitsu Jinja, Marco dan Debi melanjutkan perjalanan mereka ke Kurashiki Bikan Historical Quarter, sebuah kawasan bersejarah di Okayama yang menghadirkan nuansa zaman Edo Jepang. Terletak hanya 15 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Kurashiki, area ini dikenal sebagai “Venesia-nya Jepang”, hal ini karena bangunan-bangunan putih khas yang mengelilingi area ini serta sungai cantik yang dihiasi pepohonan willow di sekelilingnya. Kurashiki Bikan Historical Quarter menjadi destinasi ideal untuk wisatawan yang ingin bersantai dan menikmati suasana tenang jauh dari hiruk-pikuk kota.

Kurashiki adalah daerah yang sangat terkenal untuk produksi jeans, Marco dan Devi melanjutkan perjalanan ke Kojima Jeans Street, mereka mendapatkan celana jeans khas mereka sendiri dari merek lokal ternama, Momotaro Jeans. Selain berbelanja berbagai pilihan jeans berkualitas tinggi buatan Jepang, pengunjung juga bisa memelajari sejarah dan perkembangan industri jeans di Kojima, yang dikenal sebagai “kota jeans” di Jepang. Kojima Jeans Street adalah destinasi wajib bagi wisatawan yang menyukai fashion, budaya lokal, dan pengalaman belanja yang autentik.

Perjalanan Marco dan Debi selama dua hari di Okayama akhirnya sampai di penghujung. Sebelum kembali, mereka menyempatkan diri untuk mencari oleh-oleh ramah Muslim khas Okayama sebagai kenang-kenangan dari pengalaman honeymoon mereka yang tak terlupakan.

Bagaimana? Seru kan perjalanan Muslim-friendly ke Okayama kali ini bersama Marco Ivanos dan Debi Sagita? Dari wisata alam, kuliner ramah Muslim, pengalaman budaya, hingga belanja khas Jepang—Okayama benar-benar memiliki segalanya. Tempat mana yang ingin kamu ketahui dan jelajahi lebih dalam di Okayama? Yuk, wujudkan perjalanan impianmu ke Okayama! Kota yang ramah, tenang, dan penuh keindahan ini akan selalu terbuka menyambut kehadiranmu.
Okayama Muslim Tourism (OMT) adalah sebuah organisasi yang dijalankan oleh Kota Okayama, Kota Kibichuo, dan Kota Maniwa. Melalui OMT, Anda bisa mendapatkan informasi berbagai destinasi wisata, restoran ramah Muslim, serta akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan Muslim traveler. OMT juga dapat membantu mengatur perjalanan wisata, seperti pertukaran pelajar, acara konvensi, dan lainnya.
Kota Okayama / Kota Kibichuo / Kota Maniwa
▼ Cek artikel lainnya tentang destinasi dan rencana perjalanan di Okayama:
- Trip Ramah Muslim di Okayama bersama Syaza Yusof dan Saffa Yusof
- [Muslim Friendly] Menikmati Keindahan Okayama dalam Perjalanan 3 Hari
Okayama Muslim Tourism (OMT) is an organization run by Okayama City, Kibichuo Town, and Maniwa City. Through OMT, you can find information about various tourist destinations, muslim-friendly restaurants, and accommodations that meet the needs of Muslim travelers. OMT also assists in arranging travel plans such as student exchange programs, conventions, and etc.