Pesona Musim Gugur di Okayama: Trip Ramah Muslim selama 3 Hari bersama Dahlia Shazwan

Pesona Musim Gugur di Okayama: Trip Ramah Muslim selama 3 Hari bersama Dahlia Shazwan

Musim gugur di Jepang terkenal dengan dedaunan bercorak oranye dan merah, udara yang sejuk, serta budaya yang autentik. Prefektur Okayama menjadi salah satu destinasi hidden gem yang semakin dikenal sebagai tujuan ramah Muslim. Pada November 2024, influencer asal Malaysia, Dahlia Shazwan (@dahliashazwan), mengeksplor Okayama dalam tripnya selama tiga hari. Trip ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim, sekaligus menghadirkan pengalaman budaya Jepang yang autentik, tradisi, dan pengalaman seni yang tak terlupakan.

Perjalanan Dahlia dimulai tak lama setelah tiba di Bandara Internasional Kansai, di mana ia menuju ke sisi timur Okayama untuk menikmati pemandangan musim gugur Jepang di Kuil Sougen. Pengunjung dapat merasakan damai dan melihat keindahan kuil yang dikelilingi dengan dedaunan musim gugur yang indah. Selanjutnya, Dahlia makan siang masakan rumahan khas India yang disajikan secara langsung oleh pemiliknya dan pastinya  ramah Muslim—menunjukkan keramahan Okayama dan keterbukaannya terhadap beragam pengunjung.

Pada destinasi berikutnya, Dahlia melanjutkan perjalanannya ke Museum Seni Manekineko, yang juga dikenal sebagai “Museum Kucing Keberuntungan”, di mana para pengunjung dapat menikmati pengalaman melukis langsung dalam membuat kucing keberuntungan versi mereka sendiri. Di museum ini, pengunjung juga dapat menemukan ratusan patung kucing khas Jepang dari berbagai bahan dan desain yang berbeda. Pengalaman yang menyenangkan dan personal, terutama bagi Anda yang menyukai seni dan budaya.

Perjalanan Dahlia berlanjut ke kunjungan ke kuil terkenal lainnya di Okayama, Kuil Kibitsu yang terkenal karena arsitektur bersejarah dan suasana tenang yang didapatkan di area kuil ini. Kuil Kibitsu dikelilingi taman yang indah dan dedaunan musim gugur, membuat kunjungan semakin berkesan. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat koridor sepanjang 360 meter dan atap ganda di aula utama kuil.

Untuk menutup perjalanan di hari pertama, Dahlia menuju ke Kota Kibichuo, di mana ia menginap di farmstay tradisional, Micchan’s Farmstay. Di penginapan ini, tamu Muslim akan mendapatkan semua akomodasi dan layanan ramah Muslim dari tuan rumah. Menginap di sini juga memberikan pengalaman langsung lainnya, misalnya belajar membuat sushi sendiri bersama Michan, serta menikmati makan malam rumahan khas Jepang yang sudah disediakan dengan bahan-bahan lokal.

Keesokan paginya, pada hari kedua Dahlia di Okayama, ia belajar cara membuat mochi dari awal. Dari membuat kulit mochi menggunakan metode tumbuk tradisional hingga mengisinya dengan pasta kacang merah. Sayangnya  setelah pengalaman dan menyantap makan pagi khas Jepang di rumah Michan, ia juga harus berpamitan dengan Micchan untuk melanjutkan perjalanan Okayama.

Kunjungan pertama Dahlia di hari kedua adalah ke tempat yang terkenal akan gedungnya yang modern, GREENable HIRUZEN, yang memiliki konsep sustainable di tengah area Hiruzen. Bangunan ini terbuat dari struktur ramah lingkungan dan bebas karbon, dan yang paling serunya, pengunjung juga dapat berbelanja produk ramah lingkungan serta melihat berbagai karya seni.

Setelah berjalan-jalan di area GREENable, Dahlia menikmati makan siang ramah Muslim di Hiruzen Kogen Highland Center. Ia menyantap hidangan BBQ daging kambing bersertifikasi Peach Mark 2. Restoran ini tidak hanya menyajikan daging kambing, tetapi juga berbagai pilihan makanan dan minuman ramah-Muslim lainnya. Selain itu, masih di area yang sama, pengunjung juga bisa berbelanja di toko oleh-oleh terbesar yang terletak di lantai satu Hiruzen Kogen Center.

Setelah mengisi energi dan berbelanja sedikit, Dahlia melanjutkan perjalanannya mengunjungi salah satu destinasi turis di Okayama yaitu Katsuyama Townscape Preservation District — kawasan lama yang dipenuhi toko-toko menggunakan “noren” (tirai berwarna) dan bisa dinikmati dan dijumpai seluruh wisatawan.

Setelah menghabiskan waktu di Katsuyama, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi distrik tua lainnya di Okayama yang dikenal sebagai Venesianya Jepang, yaitu Kurashiki Bikan Historical Quarter. Kawasan ini mempertahankan bangunan zaman Edo, kanal yang indah, dan banyak butik-butik seru lainnya. Pengunjung dapat menikmati berjalan santai sambil berfoto dengan keindahan distrik ini — sempurna untuk postingan Instagram berikutnya.

Tak lengkap rasanya pergi ke Kurashiki tanpa mengunjungi pusat produksi jeans-nya yaitu Kojima Jeans Street. Tempat ini menjual Momotaro Jeans, jeans terbaik dari Okayama yang terkenal secara global karena kualitasnya. Selain berbelanja, pengunjung juga dapat mempelajari sejarah jeans Okayama di area ini.

Untuk mengakhiri hari kedua, Dahlia juga mengunjungi Taman Korakuen, salah satu dari tiga taman tradisional terbaik di Jepang, serta Kastil Okayama yang menyuguhkan budaya dan sejarah Jepang yang autentik. Pada malam harinya, Dahlia menginap di Kota Okayama dengan akomodasi nyaman dan ramah Muslim.

Hari terakhirnya di Okayama terasa berbeda dari perjalanan ramah-Muslim lainnya, yaitu berkunjung ke Pulau Inujima. Pertama, Dahlia naik feri dari Pelabuhan Hoden langsung ke Pelabuhan Inujima, dan setibanya di Inujima, Dahlia mengunjungi Museum Seni Inujima Seirensho, tempat ia dapat melihat fotografi seni karya Yukinori Yanagi yang terinspirasi oleh Yukio Mishima. Museum ini telah meraih berbagai penghargaan atas arsitekturnya yang menggabungkan sumber energi alami, cahaya matahari, dan aliran udara secara efisien. Masih di area yang sama, Dahlia juga mengunjungi Art House Project— bangunan kosong diubah menjadi instalasi seni modern.

Dahlia sendiri mengatakan bahwa perjalanan ke Museum Seni Inujima Seirensho adalah itinerary wajib selama di Okayama, terutama jika Anda menyukai seni modern dan pemandangan indah dari pulau Inujima. Pengalaman ini memberikan perspektif baru tentang seni dan juga bonus dari indahnya keindahan alam Inujima.

Setelah menghabiskan hari ketiganya di Pulau Inujima, Dahlia kembali ke Kota Okayama untuk berbelanja sedikit sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya. Perjalanan ramah-Muslim selama 3 hari ini menunjukkan bahwa Okayama tidak hanya kaya akan sejarah, seni, dan keindahan alam, tetapi juga mendukung perjalanan yang inklusivitas terutama bagi para wisatawan Muslim, dengan menyediakan makanan ramah-Muslim dan ruang ibadah yang cukup.

Destinasi mana yang menurut Anda paling menarik dari perjalanan Dahlia? Dari perjalanan Dahlia, Okayama tentunya dapat memberikan pengalaman budaya yang mendalam dan ramah Muslim di Jepang yang sangat memuaskan — terutama di musim gugur yang memesona ini.

Okayama Muslim Tourism (OMT) adalah organisasi yang dikelola oleh Kota Okayama, Kota Kibichuo, dan Kota Maniwa. Melalui OMT, Anda dapat menemukan informasi mengenai

berbagai destinasi wisata, restoran bersertifikat halal, dan akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim. OMT juga membantu dalam pengaturan perjalanan seperti program pertukaran pelajar, konvensi, dan lainnya.

Kota Okayama / Kota Kibichuo / Kota Maniwa

▼ Baca lebih banyak artikel tentang destinasi dan itinerary: