31 Mar Okayama Immersion Program 2025: Pengalaman Imersi Pendidikan dan Budaya di Jepang dengan Lavender Edu Camp
Pada tanggal 27 Oktober hingga 5 November 2025, Kota Okayama mengundang para siswa dari Indonesia untuk mengikuti Educational Tour – Okayama Immersion Program 2025, sebuah perjalanan edukatif selama 10 hari yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung di Jepang.
Peserta program immersion dari Lavender Edu Camp tidak sekadar mengunjungi destinasi wisata. Dengan Okayama sebagai destinasi utama, program ini menghadirkan pengalaman yang mendalam di mana peserta belajar di sekolah Jepang, mengikuti perkuliahan di universitas ternama, serta terlibat dalam aktivitas pedesaan yang autentik seperti farm stay.
Di luar program utama, peserta juga mengunjungi kota-kota lain untuk memperkaya perspektif mereka terhadap Jepang secara keseluruhan.
Berikut keseruan Okayama Immersion Program 2025 dengan peserta dari Lavender Edu Camp.

Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Osaka pada 27 Oktober 2025. Setibanya di Jepang, dengan peserta beristirahat di COGO Tennoji Hotel sebelum memulai rangkaian kegiatan. Hari berikutnya dibuka dengan kelas bahasa Jepang dan kuliah bersama Morimoto Reiko di Toyonaka International Center.
Program kemudian dilanjutkan dengan sesi imersi di Sakurazuka High School, di mana peserta berinteraksi langsung dengan siswa Jepang melalui kegiatan kelas dan diskusi.

Sore harinya, perjalanan dilanjutkan menuju Okayama sebagai kota utama tempat program imersi berlangsung. Para peserta pun selama di Okayama, menginap di One Five Okayama Hotel. Hotel bintang 3 ini menawarkan pemandangan kota dengan fasilitas WiFi gratis dan kamar ber-AC serta dilengkapi dengan kamar mandi pribadi. The One Five Okayama juga dekat dengan berbagai destinasi wisata termasuk Kuil Okayama, Taman Ujo, dan St. James Kisai Memorial Cathedral.
Hari ketiga dilanjutkan dengan pengalaman belajar di Okayama Gakugeikan High School. Di sini para peserta mengikuti kebiasaan sekolah Jepang mulai dari ikut masuk ke ruang kelas, mendengarkan pengajaran dan kerja kelompok, serta ikut makan siang. Melalui seluruh aktivitas ini, para peserta mendapatkan pelajaran baru mengenai budaya sekolah di Jepang.

Sore harinya, peserta mengunjungi Kastil Okayama untuk mengenal sejarah dan warisan budaya kota Okayama. Kastil Okayama yang berdiri tegak di tengah Taman Korakuen ini dikenal sebagai “Kastil Gagak” karena warnanya yang hitam. Di sini, para peserta program imersi juga dapat melihat berbagai macam koleksi bersejarah, mencoba mengenakan kimono secara gratis, hingga mengikuti workshop tembikar Bizen.
Pada hari selanjutnya, di hari ke-4, para peserta dari Lavender Edu Camp memulai kegiatan imersi kembali di Okayama Gakugeikan High School. Suasana yang awalnya canggung berubah menjadi lebih cair dengan percakapan lebih aktif, tawa lebih sering terdengar, dan kerja sama semakin solid.

Kegiatan di siang dilanjutkan dengan perjalanan menuju Kibichuo untuk mengikuti program Minpaku (farm stay). Di sini, para peserta dapat merasakan suasana pedesaan Jepang dan tinggal dalam lingkungan yang lebih personal, memberikan kesempatan untuk memahami kehidupan lokal secara lebih dekat.

Selama tinggal di farmstay, para peserta Lavender Edu Camp tidak hanya sekedar bermalam dan beristirahat, namun mereka tetap mendapatkan pengalaman kultur yang sangat kental dari para host. Para peserta belajar membuat hidangan khas Jepang sushi secara langsung sambil dituntun host secara telaten dan sabar.
Di hari selanjutnya para peserta berpisah dengan host farmstay dan melanjutkan program imersi dengan kunjungan akademik ke Okayama University. Peserta mengikuti kuliah bersama Prof. Yumiko Yamamoto dan mendapatkan gambaran tentang sistem pendidikan tinggi di Jepang. Kunjungan ini membuka wawasan baru tentang peluang studi lanjut dan lingkungan akademik internasional.
Meskipun terkesan singkat, namun pengalaman belajar dan menjelajahi Okayama serta menginap di farmstay khas Okayama sangatlah berkesan dan bisa menjadi pembelajar yang bermakna bagi para peserta dari Lavender Edu Camp. Perjalanan para peserta Lavender Edu Camp berlanjut ke Osaka dengan makan malam di Cafe Bintang Dotonbori sebagai destinasi penutup di hari tersebut.

Pada sisa 4 hari terakhir dari program imersi ini, para peserta melanjutkan perjalanan pengalaman budaya mereka Tokyo, Kyoto dan Osaka. Perjalanan dimulai dengan eksplorasi ikon budaya Jepang seperti Fushimi Inari Taisha dan Osaka Castle, dilanjutkan dengan pengalaman modern di Dotonbori dan Shinsaibashi. Peserta juga menikmati sisi tradisional Jepang di Iyashi no Sato Nemba serta keindahan alam di Oishi Park, lengkap dengan pengalaman menginap di ryokan.
Perjalanan berlanjut ke Tokyo dengan kunjungan ke Odaiba, Harajuku, dan Shibuya, yang menampilkan sisi modern Jepang. Peserta juga mengeksplor Akihabara serta merasakan kehidupan akademik melalui kunjungan ke Waseda University dan Chiba University, sebelum menutup perjalanan dengan refleksi bersama.
Banyak perasaan yang sudah dilalui selama 10 hari perjalanan ini, akhirnya sampai juga pada tanggal 10 Desember dimana para peserta haus kembali ke Indonesia. Tetapi pastinya tiap peserta pulang dengan bahagia dan banyak pelajaran dan insight baru tentang dunia internasional dan budaya serta tradisi Jepang.
“Educational Tour – Okayama Immersion Program 2025” bukan sekadar perjalanan studi biasa, melainkan sebuah pengalaman pembelajaran lintas budaya yang terstruktur dan penuh makna.
Melalui program yang menggabungkan kegiatan sekolah, kunjungan universitas, pengalaman di daerah, serta eksplorasi budaya, para peserta dapat melihat Jepang bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai tempat untuk belajar dan berkembang.
Lebih dari sekadar rangkaian aktivitas, program ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta, membentuk perspektif baru, membangun koneksi internasional, serta menginspirasi mereka untuk terus mengeksplorasi peluang lintas negara. Program ini menunjukkan bagaimana perjalanan edukatif berbasis pengalaman mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna sekaligus memperkuat pemahaman lintas budaya antara Indonesia dan Jepang.
Kota Okayama / Kota Kibichuo / Kota Maniwa
▼ Baca lebih banyak artikel tentang destinasi dan itinerary: