06 Apr Trip Musim Gugur Ramah Muslim: Tiga Hari di Okayama bersama Nanako



Okayama dapat menjadi opsi destinasi ramah Muslim untuk menjelajahi Jepang dengan memadukan kekayaan budaya, keindahan alam, serta ketersediaan fasilitas ramah Muslim. Melalui artikel ini, kami mengajak Anda mengikuti perjalanan Nanako, seorang konten kreator asal Jepang yang fasih berbahasa Indonesia, dengan 1,7 juta pengikut di TikTok dan 498 ribu pengikut di Instagram. Yuk kita ikuti perjalanan Nanako selama tiga hari, pada 17 – 19 November 2025, menjelajahi berbagai sisi Okayama melalui itinerary yang dirancang secara inklusif bagi seluruh wisatawan, termasuk wisatawan Muslim.
Perjalanan dimulai dengan menaiki Shinkansen dari Stasiun Shin-Yokohama menuju Stasiun Okayama, memperlihatkan kemudahan akses dan konektivitas Okayama dengan berbagai kota besar lainnya di Jepang. Setibanya di Okayama, Nanako menikmati santapan pertamanya di Tempura Sen no Tane, sebuah restoran yang dikenal ramah bagi wisatawan Muslim dan menawarkan hidangan tempura autentik dengan harga terjangkau. Beragam pilihan seafood segar dan sayuran digoreng langsung di hadapan para pengunjung, menghadirkan pengalaman bersantap yang unik dan menyenangkan.

Pada sore hari, perjalanan Nanako dilanjutkan dengan mencoba menaiki tram khas Okayama, yaitu Chuggington dan setelahnya menuju Farmstay Micchan dengan mobil. Di farmstay ini, Nanako dapat merasakan langsung suasana pedesaan Okayama. Farmstay Micchan menawarkan atmosfer yang hangat dan memungkinkan para pengunjung untuk bersantai di tengah alam sambil berinteraksi dengan tuan rumah. Selama bermalam, pengunjung dapat mengenal budaya lokal lebih mendalam melalui berbagai aktivitas, mulai dari belajar membuat sushi, membuat mochi dari awal, hingga memasak menu khas Jepang sehari-hari yang tentunya ramah untuk wisatawan Muslim.



Hari pertama pun ditutup dengan pengalaman yang nyaman dan berkesan, sekaligus memperkenalkan beragam pilihan akomodasi di Okayama yang ramah bagi wisatawan Muslim.

Hari kedua dimulai dengan mengunjungi Hiruzen Kogen Center, yang terletak di dataran tinggi wilayah utara Okayama. Kawasan ini dikenal dengan udara yang sejuk serta pemandangan alam yang luas dan menenangkan. Selain menikmati keindahan panorama alam, para pengunjung juga dapat menemukan pilihan tempat makan yang sesuai bagi wisatawan Muslim, menjadikan Hiruzen destinasi ideal untuk bersantai sekaligus makan siang.

Setelah makan siang, perjalanan Nanako dilanjutkan ke Kuil Kibitsu, kuil Shinto bersejarah di Okayama dan memiliki keterkaitan erat dengan legenda Momotaro si “Bocah Buah Persik”. Salah satu ciri khas Kuil Kibitsu adalah koridor kayu beratap dengan panjang kurang lebih 360 meter. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati keindahan arsitektur tradisional Jepang dengan berkeliling menyusuri koridor ini.
Tidak hanya menampilkan keindahan arsitektur tradisional Jepang, Kuil Kibitsu juga menawarkan pemandangan musim gugur yang memukau. Perpaduan dedaunan merah dan kuning menjadikan pengalaman berkunjung ke kuil terasa semakin berkesan.
Sore harinya, setelah menjelajahi area kuil dan mengenal lebih dalam kisah Momotaro, Nanako mengunjungi Museum Seni Manekineko. Museum unik ini menjadi tempat berbagai macam bentuk manekineko, kucing simbol keberuntungan khas Jepang. Pengunjung juga dapat merasakan pengalaman melukis manekineko mereka sendiri, menjadikannya oleh-oleh personal yang unik.

Pada malam hari, Nanako melakukan check-in di Hotel Granvia Okayama, sebuah hotel yang terhubung langsung dengan Stasiun Okayama. Lokasinya yang strategis menjadikan hotel ini pilihan populer bagi wisatawan internasional. Hotel ini juga menyediakan fasilitas ramah Muslim, seperti ruang salat serta layanan peminjaman sajadah dan kompas kiblat sehingga tamu Muslim dapat menginap dengan lebih tenang.
Perjalanan di Jepang tentu terasa kurang lengkap tanpa berbelanja. Nanako pun melanjutkan aktivitasnya di AEON Mall Okayama, pusat perbelanjaan yang menawarkan berbagai pilihan restoran, fasilitas ramah salat, dan berbagai barang branded internasional. Untuk makan malam, Nanako memilih Ishikawa Shokudo, salah satu restoran yang juga menyajikan hidangan ramah Muslim dengan bahan utama sayuran dan ikan lokal. Menu di restoran ini dapat berubah secara berkala, sehingga pengunjung disarankan untuk menanyakan pilihan menu vegan dan tanpa alkohol sebelum memesan.

Hari kedua ditutup dengan kunjungan ke Okayama Korakuen Fantasy Garden (Gensho Teien). Iluminasi musiman yang mengubah taman Korakuen menjadi pemandangan malam yang memukau, dengan lentera bambu berwarna-warni, jalanan bercahaya lilin, serta instalasi cahaya di sekitar kolam dan hamparan rumput. Pantulan cahaya di kolam Sawa-no-ike, menciptakan pemandangan yang terasa magis.
Tak jauh dari sana, Nanako juga singgah sejenak di Ujo Togenkyo atau Crow Castle. Kastil Okayama ini tampak semakin memukau saat malam hari dengan pencahayaan yang elegan. Area di sekitarnya turut dipercantik dengan instalasi payung khas Jepang serta karya seni bambu bertajuk Autumn Night Dreams yang menghadirkan suasana malam yang romantis.
Hari ketiga, meski menjadi hari terakhir perjalanan Nanako, tetap dipenuhi pengalaman menarik. Perjalanan diawali dengan mengunjungi Taman Korakuen, salah satu taman terindah di Jepang. Taman yang terawat, kolam yang bersih, jalur pejalan kaki yang nyaman, serta nuansa musim gugur menghadirkan suasana pagi yang menenangkan.

Masih di dalam area Taman Korakuen, Nanako mencicipi teh khas Jepang di Sazanami Chashitsu sambil menikmati suasana taman dari dalam toko. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Kastil Okayama, kastil hitam ikonik yang menjadi simbol sejarah kota Okayama. Selain menikmati pemandangan Taman Korakuen, Nanako juga menaiki perahu berbentuk buah persik yang mengarungi sungai sekitar area dan menjadikannya pengalaman unik yang membuat kunjungan ke Okayama semakin tak terlupakan.

Untuk makan siang, Nanako singgah di Hitori Nabe Megu, restoran hot pot yang menyajikan shabu-shabu dan sukiyaki dengan layanan yang ramah bagi wisatawan Muslim. Restoran ini menggunakan daging sapi bersertifikat halal dari Australia, sehingga pengunjung Muslim dapat menikmati hidangan dengan nyaman dan tenang.
Setelah itu, perjalanan berlanjut ke Momotaro Jeans, tempat wisatawan dapat mengenal sejarah industri denim Okayama sekaligus berbelanja produk jeans khas daerah ini. Sore harinya, Nanako mengunjungi Kurashiki Bikan Historical Quarter, kawasan bersejarah dengan gudang-gudang berdinding putih, jalanan tradisional, dan kanal yang menciptakan suasana nostalgia khas Jepang.

Menjelang akhir perjalanan, Nanako mengunjungi Okayama Halal Center yang berlokasi dekat Stasiun Okayama untuk menikmati makan malam ramah Muslim terakhirnya di Okayama. Perjalanan pun ditutup dengan kembali menaiki Shinkansen menuju Stasiun Shin-Yokohama.

Itinerary “Muslim-Friendly Trip in Okayama with Nanako” menunjukkan komitmen Okayama dalam menciptakan lingkungan wisata yang inklusif dan ramah bagi wisatawan Muslim. Dengan pilihan kuliner ramah Muslim, akomodasi yang nyaman, serta pengalaman budaya dan alam yang beragam, Okayama menawarkan perjalanan yang autentik dan berbeda dari destinasi lainnya di Jepang.
Melalui pengembangan fasilitas yang berkelanjutan, Okayama terus berupaya menjadi destinasi di mana wisatawan Muslim dapat menjelajahi Jepang dengan rasa aman, nyaman, sekaligus menikmati kekayaan budaya lokal secara lebih mendalam.
Okayama Muslim Tourism (OMT) adalah organisasi yang dikelola oleh Kota Okayama, Kota Kibichuo, dan Kota Maniwa. Melalui OMT, wisatawan dapat mengakses informasi mengenai berbagai destinasi wisata, restoran ramah Muslim dan bersertifikat halal, serta akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim. OMT juga membantu dalam pengaturan perjalanan seperti program pertukaran pelajar, konvensi, dan lainnya.
Kota Okayama / Kota Kibichuo / Kota Maniwa
▼ Baca lebih banyak artikel tentang destinasi dan itinerary: